Menurut pengalaman saya, OpenSolaris bootingnya memang agak lama, pernah saya coba hitung pake stopwatch kira-kira nyampe 4 menit. Untuk mempercepat booting OpenSolaris, ada beberapa sedikit tips & triknya :
1. Edit file di /rpool/boot/grub/menu.lst dan kasih comment di depan baris berikut :
splashimage /boot/solaris.xpm
foreground d25f00
background 115d93
2. Remove console=graphis di baris kernel
kernel$ /platform/i86pc/kernel/$ISADIR/unix -B $ZFS-BOOTFS,console=graphics
jadi seperti ini:
kernel$ /platform/i86pc/kernel/$ISADIR/unix -B $ZFS-BOOTFS
NOTE : hati-hati dalam mengedit baris diatas, jika OpenSolaris Anda ingin bisa booting.
Resources:
[0] http://www.codestrom.com/wandering/2009/02/opensolaris-slow.html
http://www.sunfreeware.com/
ada dua alternatif ketika selesai nginstall OpenSolaris, yang pertama bisa langsung install paket software yang dibutuhkan secara online menggunakan package manager, alternatif kedua jika OpenSolaris tidak online, kita bisa download paket software yang berbentuk tarball dari situs http://www.sunfreeware.com/ kemudian kita install secara manual. Paket OpenSolaris berekstensi .pkg untuk instalasi ketikkan termina.
# pkgadd -d paketsoftware.pkg
/usr/sbin/prtdiag [-v] [-l]
Berfungsi menampilkan informasi system diagnostic di platform sun4u, sun4v dan x86 systems. prtdiag tidak bisa menampilkan informasi diagnostic dan status environment ketika di eksekusi di atas mesin Sun Enterprise 10000 server, silahkan lihat file
/var/opt/SUNWssp/adm/${SUNW_HOSTNAME}/messages
di sistem service prosesor untuk mendapatkan informasi pada server ini.
brokenz@opensolaris:~$ prtdiag -v -l
System Configuration: LENOVO Lenovo 3000 G410
BIOS Configuration: LENOVO 05CN55WW(V1.21) 01/14/2008
==== Processor Sockets ====================================
Version Location Tag
——————————– ————————–
A0 U2E1
==== Memory Device Sockets ================================
Type Status Set Device Locator Bank Locator
———– —— — ——————- —————-
DDR2 in use 1 M1 Bank 0
DDR2 in use 1 M2 Bank 1
==== On-Board Devices =====================================
HD-Audio
==== Upgradeable Slots ====================================
ID Status Type Description
— ——— —————- —————————-
0 unknown PCI PCI Slot J8B1
Option -l menampilkan output log, jika ada kesalahan atau error di sistem, ouput informasi ini hanya di syslogd(1M).
Option -v adalah mode verbose, menampilkan waktu dari AC Power Failure, dan informasi error hardware yang fatal. Informasi error hardware yang fatal digunakan untuk repair dan manufacture untuk detail diagnostic FRU.
Nilai Status
0 Tidak ada error yang terdeteksi di sistem.
1 Error terdeteksi di sistem,
Sumber : man prtdiag

Core dump adalah catatan isi memori sebuah program komputer pada suatu waktu tertentu, terutama ketika program tersebut telah berhenti secara tidak optimal. Nama ini berasal dari teknologi memori yang dulunya jadi standar core memori. Coredump biasanya digunakan untuk mendiagnosa atau men-debug kesalahan dalam program komputer. (source)
Log adalah catatan yang merekam suatu aktifitas aplikasi yang dijalankan, terkadang log juga digunakan untuk menganalisa status suatu aplikasi. (source)
Debug adalah melacak, merunut sebuah program. Tujuannya adalah untuk mencari kesalahan dari suatu program. (source)
File System merupakan metode penyimpanan dan pengorganisasian file atau media penyimpanan komputer dalam mengatur lokasi file tersebut. Kita mengenal ada beberapa media penyimpan, seperti : disket, CD-ROM, hard disk, flash disk. Setiap media penyimpan memiliki kapasitas tertentu agar dapat dibaca oleh sistem operasi yang kita pilih. (source)
Ada dua cara di Open Solaris untuk mengkonfigurasi grub khususnya untuk boot, jika di linux kita mengenal konfigurasi di /boot/grub/menu.lst jika yang memakai GRUB tentunya. Terus bagaimana yang memakai lilo waduh saya lum pernah make selain GRUB nih, jadi jangan nanya saya ya
hehehe. Trus kalau di Open Solaris gimana ya? yang pertama ada di lokasi ini /rpool/boot/grub/menu.lst memang agak beda letak konfigurasi menu.lst nya. Nah, kalau cara yang kedua lebih gampang. Di Open Solaris sudah disediakan command bootadm yang fungsinya memudahkan kita untuk konfigurasi booting.
Berikut fungsi yang ada di bootadm :
root@opensolaris:~# bootadm
bootadm: a command option must be specified
USAGE:
bootadm update-archive [-vn] [-R altroot [-p platform>]]
bootadm list-archive [-R altroot [-p platform>]]
bootadm set-menu [-R altroot] key=value
bootadm list-menu [-R altroot]
Untuk melihat menu booting kita pake command :
root@opensolaris:~# bootadm list-menu
the location for the active GRUB menu is: /rpool/boot/grub/menu.lst
default 0
timeout 30
0 OpenSolaris 2009.06
Dari informasi di atas kita tahu bahwa default sistem operasi kita adalah Open Solaris, karena nilai default 0 yang artinya sama dengan node list OS yang ada di bawah, kebetulan hanya ada Open Solaris saja, jika ada banyak tinggal sesuaikan saja dengan node OS yang diinginkan untuk mengubah default booting. Nah caranya :
root@opensolaris:~# bootadm set-menu default=(node)
Sekarang merubah waktu booting nya, kita lihat waktu booting di list-menu adalah 30 detik, kalau ingin merubah misalnya menjadi 10 detik ya tinggal seperti ini :
root@opensolaris:~# bootadm set-menu timeout=10
root@opensolaris:~# bootadm list-menu
the location for the active GRUB menu is: /rpool/boot/grub/menu.lst
default 0
timeout 10
0 OpenSolaris 2009.06
Oke selesai sudah, gampang kan
