Disini saya akan membahas sedikit megenai apa itu Init dan run level saya ketahui. init dan run level digunakan untuk
melakukan shutdown, poweroff, maupun reboot. Kita perlu ketahui ada 3 jenis keadaan pada solaris:
1. Single user
=> pada keadaan ini tidak semua service tersedia pada system, misalnya pada network system yang bekerja hanya ping, sedangkan telnet,ftp tidak bisa digunakan. biasanya digunakan pada saat maintenance system, misalnya pada saat backup/restore dan saat cek file system. Keadaan ini hanya bisa dijalankan oleh root.
2. Multiuser
==> pada level ini telah tersedia service network filesystem juga servis jaringan seperti telnet dan ftp juga ada.
3. firmware level / run level 0
==>pada kondisi ini system sedang down,tidak ada service sama sekali. Kondisi ini berhubungan dengan konfigurasi hardware (seperti BIOS pada windows).
Jenis-jenis runlevel:
1. init 0 => Digunakan utk maintenance, diagnostic hardware, booting selain dari disk misal dari cdroom.
command : init 0, shutdown -i0
2. init 1 => Single user mode, digunakan utk menambahkan patches, backup/restore system. di level ini kita bisa menjalankan/access semua file tapi user lain tidak bisa login ke dalam sytem kita.
command: init 1, shutdown -i1
3. init 2 => multiuser mode, biasanya utk digunakan dalam network. tapi disini tidak ada resourches yang di share.
command: init2, shutdown -i2
4. init 3 ==> memperluas multiuser mode,kita bisa membuat local resourches share pada network kita. sehingga kita bisa berbagi data dilevel ini dalam network.
command: init 3, shutdown -i3
5. init 4 ==> utk alternative multiuser mode tetapi saat ini belum bisa digunakan.
command: init4, shutdown -i4
6. init 5 ==> utk shutdown/ power off.
command: init5, shutdown -i5
7. init 6 ==> men stop operating system kemudian reboot dan kembali ke initdefault nya yang ada di /etc/inittab
command: init 6, shutdown -i6
- Utk mengetahui runlevel kita saat ini gunakan perintah
#who -r
Cara shutdown yang bisa kita gunakan:
#shutdown -i5 -go -y
maksudnya: Shutdown -i5 ==> masuk ke init 5 utk runlevel shutdown
-g0 ==> grace 0 second (0 menunjukkan lamanya wkt sebelum kita shutdown satuannya dalam second)
-y ==> utk suatu konfirmasi yang ditanyakan ( jawab y)

|
Posted by
admin |
Categories:
Uncategorized |
Tambahin proxy diopensolaris
1. buat http nya #export http_proxy=http://172.16.1.5:8080
2. buat ftp nya #export http_proxy=ftp://172.16.1.5:8080
3. sekarang tinggal search apa yang mau diinstall caranya gini:
# pkg (nama software yang ingin diinstall)
sedikit menambahkan beda antara:
pkg dan pkgadd
pkg : download dan langsung install source nya langsung dari pkg.opensolaris.org sedangkan
pkgadd: download source yang sebelumnya telah kita download filenya dalam pc kita .
semoga bermanfaat..

|
Posted by
admin |
Categories:
Uncategorized |
Pastikan dahulu kita login sebagai root untuk mengaskses sistem,caranya
#pfexec su -
1. disable service nwam(network,autom,magic), kita harus memastikan dahulu service untuk mendapatkan
IP secara DHCP telah nonaktif. caranya dengan:
#svcadm disable nwam
#svcs -l | grep
2. Tambah IP beserta nama hostnya
#vi /etc/hosts
..
10.14.206.165 bomer
3. tambah IP beserta netmask nya
#vi /etc/netmasks
..
10.14.206.165 255.255.255.0
4. periksa ethernet apa eth0,rge0,
#dladm show-link
5. bikin file ethernet manual
#vi /etc/hostname.rge0
..
bomer
6.buat file router
#vi /etc/defaultrouter
..
10.14.206.1
7.isi bagian name servernya
#vi /etc/resolv.conf
nameserver 10.14.203.7
8.reboot

|
Posted by
admin |
Categories:
Uncategorized |
MOUNTING NTFS ON OPENSOLARIS
1.install packages FSWpart dan FSWfsmisc
Dapat kita download packages tersebut di
- http://www.belenix.org/binfiles/FSWpart.tar.gz
- http://www.belenix.org/binfiles/FSWfsmisc.tar.gz
setelah selesai download kompress dan install packages tersebut(pastikan dulu kamu masuk sebagai root)
#gunzip -c FSWpart.tar.gz | tar xvf -
#pkgadd -d . FSWpart
#gunzip -c FSWfsmisc.tar.gz | tar xvf -
#pkgadd -d . FSWfsmisc
2.untuk melist partisi hardisk kita gunakan salah satu option perintah
#prtpart
Fdisk information for device /dev/rdsk/c3d0p0 {terlihat bahwa partisi disk saya
ada di /dev/rdsk/c3d0p0}
…
gunakan perintah untuk melihat partisi hardisk kita di /dev/rdsk/c3d0p0
#prtpart /dev/rdsk/c3d0p0 -ldevs
…
/dev/dsk/c3d0p1 IFS: NTFS
/dev/dsk/c3d0p2 WIN95 Extended(LBA)
/dev/dsk/c3d0p5 IFS: NTFS
/dev/dsk/c3d0p6 IFS: NTFS
/dev/dsk/c3d0p7 Linux native
{terlihatlah partisi yang ada pada hd saya}
3.langkah selanjutnya adalah mounting hardisk tersebut
sebelumnya kita harus buat folder untuk tempat hd tsb
misalnya saya akan membuat folder di export/home/bomer/
#mkdir ntfs /export/home/bomer/Desktop
#mount -F ntfs /dev/dsk/c3d0p1 /export/home/bomer/ntfs
selesai..

|
Posted by
admin |
Categories:
Uncategorized |
|
Posted by
admin |
Categories:
Uncategorized |