Misalnya Anda baru saja selesai menginstal sistem operasi OpenSolaris 2008.05, 2008.11, ataupun 2009.06. Kemudian Anda ingin menambah paket-paket yang belum tersedia secara default pada sistem operasi OpenSolaris tadi, contohnya codec untuk memutar file mp3, OpenOffice, Wine, dan sebagainya. Beberapa file codec dan plugin tidak ikut disertakan di sistem operasi OpenSolaris karena codec dan plugin tersebut [...]
Comments Off
 | Posted by ainulhizri | Categories: OpenSolaris, open source |
Sebenarnya untuk menginstal sistem operasi OpenSolaris sangat mudah. Namun, mungkin bagian yang cukup sulit adalah bagaimana mempersiapkan partisi untuk sistem operasi OpenSolaris yang ingin diinstal tersebut. Yang perlu diingat adalah, partisi untuk sistem operasi OpenSolaris harus partisi primary. Kita akan mempersiapkan partisi untuk OpenSolaris dari sistem operasi W*nd*ws yang telah terinstal. Untuk memudahkan pembuatan partisi, kita [...]
Comments Off
 | Posted by ainulhizri | Categories: OpenSolaris, open source |

pfexec OpenSolaris

23 December 2009

Pada OpenSolaris, pengaturan hak atau privileges di atur oleh RBAC (Role Based Access Control). Rights profiles(RP)  atau hak profile di definiskan sebagai kumpulan kemampuan administrasi yang dapat di berikan kepada role atau user.  Sehingga akses tertinggi di OpenSolaris ada didalam role atau terjemahan dari Google artinya peran. RP ini mengandung autorisasi, command dengan atribut keamanan, dan hak profile lainnya, sehingga  RBAC ini memudahkan pengelompokkan atribut keamanan. Dengan RBAC, kamu sebagai sistem administrator yang pertama kali dilakukan yaitu membuat profil dan kemudian memberikan profile yang telah dibuat kepada role. Yang pada akhirnya kamu dapat memberikan kemampuan kepada pengguna untuk menjadi peran tertentu.

Kamu dapat memberikan sebuah profil secara langsung kepada sebuah user, sehingga user ini dapat menjalankan perintah yang dimiliki root tanpa harus login menjadi root superuser. User diminta mengetikkan pfexec sebelum menjalankan perintah root tersebut dan tanpa memasukkan password.  Sama halnya dengan su atau sudo di Linux.

Berikut ini akan diberikan contoh kasus pendelegasian tugas / task:

Asumsikan bahwa ada user testuser yang akan melakukan share dan unshare direktori melalui Network File System (NFS).  Sebagai normal user, user testuser tidak memiliki priviliges tersebut sehingga tidak di ijinkan untuk melakukan perintah share.

testuser@opensolaris:~$ share /export/home/testuser
Could not share: /export/home/testuser: no permission

testuser@opensolaris:~$ pfexec share /export/home/testuser
Could not share: /export/home/testuser: no permission

testuser@opensolaris:~$ pfexec su -
Password:
Roles can only be assumed by authorized users
su: Sorry

Akan tetapi, kamu dapat menambahkan sebuah profil dengan kemampuan share kepada testuser. Lakukan langkah berikut :

1. Login sebagai root dan buatlah user dan direktori terlebih dulu

# groupadd testuser
# useradd -g testuser -d /export/home/testuser -m -s /bin/bash testuser
80 blocks
# passwd testuser
New Password:
Re-enter new Password:
passwd: password successfully changed for testuser

2. Buka terminal baru dan cobalah untuk login menggunakan user testuser yang telah dibuat

3. Cari profil pada file exec_attr untuk perintah share . Dibawah ini merupakan output yang ditampilkan dan semuanya matching pada File System Management

# grep “share” /etc/security/exec_attr
File System Management:suser:cmd:::/usr/sbin/dfshares:euid=0
File System Management:suser:cmd:::/usr/sbin/share:uid=0;gid=root
File System Management:suser:cmd:::/usr/sbin/shareall:uid=0;gid=root

File System Management:suser:cmd:::/usr/sbin/sharemgr:uid=0;gid=root
File System Management:suser:cmd:::/usr/sbin/unshare:uid=0;gid=root
File System Management:suser:cmd:::/usr/sbin/unshareall:uid=0;gid=root

File System Management:suser:cmd:::/usr/share/setup-tool-backends/scripts/shares-conf:uid=0
Maintenance and Repair:suser:cmd:::/usr/share/setup-tool-backends/scripts/time-conf:uid=0
Network Management:suser:cmd:::/usr/share/setup-tool-backends/scripts/network-conf:uid=0
Service Management:suser:cmd:::/usr/share/setup-tool-backends/scripts/services-conf:uid=0
User Management:suser:cmd:::/usr/share/setup-tool-backends/scripts/users-conf:uid=0
Web Console Management:solaris:cmd:::/usr/share/webconsole/private/bin/smcwebstart:uid=noaccess;gid=noaccess;privs=proc_audit

4. Login sebagai root dan berikan hak File System Management kepada testuser. Ikuti perintah dibawah ini :

# usermod -P ‘File System Management’ testuser

NOTE : untuk melihat efek perubahannya, testuser tidak perlu logout kemudian login lagi.

5. Langkah terakhir, kita akan mengetesnya.

sebelum :

# share
myzfs_colin2@m  /myzfs/colin2   rw   “”

sesudah :

# share
-               /export/home/testuser   rw   “”

myzfs_colin2@m  /myzfs/colin2   rw   “”

VOILA!

reference :

[0] http://developers.sun.com/developer/technicalArticles/opensolaris/pfexec.html

Comments Off
 | Posted by Agus Setiawan | Categories: OpenSolaris |
Untuk dapat me-mounting partisi NTFS, Ext2, dan Ext3 di sistem operasi OpenSolaris, kita membutuhkan dua paket yaitu FSWpart.tar.gz dan FSWfsmisc.tar.gz. Setelah kedua paket tersebut selesai diunduh, maka selanjutnya tinggal menginstal kedua paket tersebut dan me-mounting partisi yang kita inginkan. Ekstrak kedua paket tersebut dengan perintah osug@opensolaris-medan:~$ gzcat FSWpart.tar.gz | tar xvf – osug@opensolaris-medan:~$ gzcat FSWfsmisc.tar.gz | tar xvf [...]
Comments Off
 | Posted by ainulhizri | Categories: OpenSolaris, open source |

Solaris Sysadmin @ Sun’s Online Learning Center (SOLC): solaris

  • Booting SPARC and x86 Based Systems,
  • Controlling System Processes,
  • Create and Manage Users,
  • Installing Solaris 10,
  • Manage Local Devices,
  • Manage UFS File Systems,
  • Managing Software Packages Using Package Commands,
  • Managing Solaris Patches Using Patch Commands,
  • Managing User Access,
  • Performing File System Backups,
  • Performing Mounts and Unmounts,
  • Printer Services,
  • Safely Shutting Down a Solaris System,
  • System Restores,
  • Working with UFS and ZFS Snapshots

OpenSolaris @ OpenSolaris Learning On Demand Service : opensolaris

Kamu bisa nyobain fitur OpenSolaris dari web browsermu. Try it now.. :)

Comments Off
 | Posted by Agus Setiawan | Categories: OpenSolaris |

Menurut pengalaman saya, OpenSolaris bootingnya memang agak lama, pernah saya coba hitung pake stopwatch kira-kira nyampe 4 menit. Untuk mempercepat booting OpenSolaris, ada beberapa sedikit tips  & triknya :

1. Edit file di /rpool/boot/grub/menu.lst dan kasih comment di depan baris berikut :

splashimage /boot/solaris.xpm
foreground d25f00
background 115d93

2. Remove console=graphis di baris kernel

kernel$ /platform/i86pc/kernel/$ISADIR/unix -B $ZFS-BOOTFS,console=graphics

jadi seperti ini:

kernel$ /platform/i86pc/kernel/$ISADIR/unix -B $ZFS-BOOTFS

NOTE : hati-hati dalam mengedit baris diatas, jika OpenSolaris Anda ingin bisa booting. :D

Resources:

[0] http://www.codestrom.com/wandering/2009/02/opensolaris-slow.html

Comments Off
 | Posted by Agus Setiawan | Categories: OpenSolaris Administration |

Crossbow merupakan salah satu project opensource dari sekian banyak project di OpenSolaris. Project crossbow ini menjadi fitur yang menarik untuk dipelajari. Baru-baru ini Crossbow mendapatkan award sebagai paper terbaik di acara USENIX LISA09 berdasarkan referensi berikut ini dan untuk mendapatkan white papernya, silahkan download dari sini.

Comments Off
 | Posted by Agus Setiawan | Categories: OpenSolaris Application |
Ternyata tidak cukup untuk satu posting membahas Sistem Operasi, oia kalau ada yang belum tahu posting sebelumnya silakan baca Session 1.

Mari kita lanjutkan materi berikutnya.

Kernel

Sepertinya istilah ini mungkin aga asing bagi para pengguna OS Windows karena kernel sering dipergunakan pada OS Linux/Unix dan keluarganya, tetapi sebenarnya kernel digunakan dan terdapat dalam setiap OS. Apa yang disebut kernel itu sendiri merupakan komponen pusat yang menghubungkan antara software aplikasi dan hardware komputer.

Di dalam OS, kernel merupakan core atau intinya. Secara arsitektur desain, kernel dibagi atas:

  • Monolithic Kernel
    Mengintegrasikan banyak fungi di dalam kernel serta menyediakan lapisa abstraksi hardware secara penuh.
  • Microkernel
    Menyediakan sedikit fungsi dari abstraksi hardware dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya (server) untuk melakukan eberapa fungsi lainnya.
  • Hybrid Kernel
    Microkernel yang dimodifikasi, dengan tambahan fungsi-fungsi untuk meningkatkan performa.
  • Exokernel
    Menyediakan abstraksi hardware secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung.


Nah, sekarang waktunya memilah-milih OS yang sering kita pakai.

Unix/Linux
OS keluarga Unix/Linux popular digunakan sebagai server dalam dunia bisnis, dan sebagai workstation dalam dunia pendidikan dan lingkungan engineering. Untuk penggunaan sebagai komputer dekstop, OS Linux popular dikalangan developer dan beberapa komunitas.

Beberapa varian Unix lainnya didesain berjlan hanya pada hardware vendor tersebut seperti AIX yang berjalan pada mesin IBM, dan HP-UX yang berjalan pada mesin Hewlett Packard.

Tersedia beragam distro Linux yang merupakn keluarga Unix. Beberapa pilihan distro adalah Red Hat, Fedora, SuSE, Ubuntu, Knoppix, dan lain sebagainya. Beberapa distro merupakan turunan dari distro yang lain.

OpenSolaris
Open solaris merupakan merupakan Open Source software yang berlicense CDDL. open solaris ini diciptakan oleh oleh komunitas open solaris dan didukung oleh perusahaan ternama SUN Microsystem, inc.

OpenSolaris adalah distribusi penuh menggunakan desktop GNOME dan userland tools dari GNU plus sistem pengelola paket berbasis jaringan. Code dasar system open solaris dapat digunakan di SPARC® dan arsitektur x86 prosessor: UltraSPARC®, SPARC64, AMD64, Pentium, and Xeon EM64T.

Banyak yang tertarik mempelajari atau menggunakan OpenSolaris karena dianggap baik untuk memenuhi kebutuhan komunitas. Sistem operasi ini dilengkapi dengan inovasi-inovasi teknologi terbaru dari Sun Microsystem sponsornya.

Melalui Open Solaris kita dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi network, membangun network virtual, menyimpan file-file kuliah atau kerja sehingga aman dari para hacker maupun virus berbahaya. Fasilitas lainnya adalah CD Installernya yang bebas digunakan dan didistribusikan juga support dapat diperoleh jika ada trouble.

Open Solaris (OS) dilengkapi dengan teknologi ZettaByte Filesystem, Image Packaging System, Predictive Self-Healing, Secure Execution, Compatibility Guarantee dan Dynamic Tracing (DTrace) Solaris Containers yang menjadi topik pembahasan Sunson#8.

Mac OS X

Dikeluarkan oleh Apple Inc, Mac OS X v10.5 dikenal dengan nama Leopard. Awalnya dikenal dengan nama Mac OS (tanpa X) yang diperkenalkan pertama kali pada tahu 2001. Karakter “X” berati angka 10 atau varian lanjutan dari versi sebelumnya.

Hal yang popular dalam Mac OS adalah tampilan GUI yang memikat, OS ini sendiri hanya diperuntukkan berjalan pada komputer Macintosh.

Windows
Keluarga OS Microsoft Windows merupakan OS yang populer untuk komputer dekstop, dan juga dapat digunakan sebagai server, seperti web server ataupun database server.

Windows sendiri pada awalnya bukan merupakan OS, Windows versi 1.0, versi 2.x, dan versi 3.x, merupakan software 16 bit tambahan yang berjalan di atas OS MS-DOS atau variannya.

Versi selanjutnya Windows seperti Windows NT mulai merupakn OS secara penuh yang tidak bergantung lagi pada sistem operasi MS-DOS.

Dengan berbasis kernel Windows NT inilah, Windows terus dikembangkan menghasilkan Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, dan sekarang telah muncul Windows versi baru yaitu Windows 7, saya suka menyebutnya Windows Cupang (‘ikan cupang’) karena salah satu wallpaper defaultnya bergambar cupang..hhe oke itu sebenarnya tidak penting juga dibahas. Windows pun akan merilis versi barunya yang lain yaitu Windows 8, yang masih dalam tahap pengerjaan.

Embedded System

Adalah suatu sistem komputer yang didesain secara khusus untuk keperluan tertentu. Pada embedded system yang sederhan, tidak ada perbedaan antara sistem operasi dan aplikasi.

Sebuah contoh dari OS ini adalah perangkat keras router, yang dilengkapi dengan elemen-elemen seperti microprosessor, RAM, dan flash memory di dalamnya.

Sekarang Mau Pilih yang Mana?
Ada beberapa pertimbangan dari berbagai sisi-sisi untuk memilih suatu OS, antara lain sebagai berikut:
  1. Kegunaan.
    Jika dilirik dari sisi kegunaan OS sendiri tergantung akan kebutuhannya. Contoh sebagai jika kamu seorang desain grafis pasti kamu perlu OS yang mendukung software-software yang bergerak dibidang grafis. Tapi beda lagi jika kamu membutuhkan seperangkat komputer dan OS dengan tingkat keamanan yang tinggi seperti pembangunan web server, pasti kamu harus fokus pada hal-hal yang terkait degan keamanan, patch, dan ancaman-ancaman dari luar. Jadi tergantung kita sendiri membutuhkan apa.
  2. Biaya.
    Selain dari sisi kegunaan kita juga harus melihat pada sisi biaya. Mau gratis atau berbayar?. Yang perlu diperhitungkan lagi adalah biaya untuk jangka panjan seperti maintenance atau perawatan, pergantian, upgrade, training jika diperlukan, dan lain sebagainya.
  3. Pengguna.
    Siapapun yang menggunakan OS dan komputer, pada awalnya selalu memerlukan proses belajar. Mungkin bukan suatu permaslahan jika penggunanya hanya satu atau beberapa orang, tetapi bayangkan sebuah kantor dengan ratusan karyawan tiba-tiba harus menggunakan OS dan aplikasi yang baru. Adaptasi pengguna menimbulakan permasalahn waktu yang digunakan untk proses belajar dan adapatasi, tidak sebatas menggunakanm tetapi juga bagaimana menangani permaslahan-permasalahn yang dapat tejadi pada lingkungan OS yang baru.
  4. Dukungan.
    Bagi vendor dan pengembang OS, dukungan merupakan tugas vital yan perlu dipertahankan agar penggunatetap merasa terjamin untuk terus menggunakan OS. Dukungan juga diperlukan dari pengembang-pengembang software, software dengan dukungan berbagai OS tentu memiliki pangsa pasar yang lebih luas.


Akhir Kata.......
Dari sini rasanya udah mulai paham kan cukup sulit juga memilih suatu OS, tapi jangan sedih dulu dengan memahami OS dan pilihan-pilihannya, kamu telah memiliki dasar yang kuat unutk menentukan OS yang sesuai dengan kebutuhan.

Ada juga kalanya kamu memutuskan harus menggunakn dua atau lebih OS, pemecahannya bisa dengan menggunakan dua atau lebih unit komputer, ataupun menginstal dua tau lebih OS dalam satu mesin komputer.

Dibalik kelebihan dan kekurangan suatu OS, terdapat hla yang tidak kalah pentingnya, yaitu bagaimana cara kita menggunakan OS tersebut secara optimal sesuai dengan kebutuhan kita.

OS telah dilengkapi berbagai pilihan yang memberikan keleluasaan pengguna untuk melakukan pengaturan lebih lanjut, sehingga bisa saja terjadi di mana dua orang menggunakan OS dan spek hardware yang sama, tetapi salah satunya dapat memanfaatkan secara lebih optimal sehingga lebih baik dari sisi performa dan keamanan.

Sayang sekali jika ada sebuah OS dengan fitur dan dengan fungsi yang memadai tapi tidak dimanfaatkan secara optimal :)

Di sadur dari PC MEDIA Mei 2008 halaman 86 dengan beberapa perubahan.
Comments Off
 | Posted by gilang a. ramadan | Categories: OpenSolaris |

Dulu pencipta-pencipta atau founding father vendor-vendor yang terkenal seperti Microsoft Corporation, Apple Inc, dan Linux merupakan teman bermain dan belajar yang selalu berdiskusi bersama yang membicarakan tentang bagaimanakah menciptakan suatu mesin yang pintar dimasa datang yang bisa mempermudah kegiatan manusia –mungkin seperti itulah yang mereka bicarakan-. Tapi mengapa sekarang mereka seperti berperang dingin? Oopss..bukan itu yang akan kita bicarakan sekarang..hhe. Disini kita akan mencoba meng-compare dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Mungkin artikel sepertinya ini sudah banyak disuguhkan oleh beberapa orang, namun apa salahnya kalu kita mengulas lagi tentang Operating System atau biasa kita sebut OS.

OS Begins

Wow.. kayak Batman aja pake begin begin segala..hhe

Oke bukan saatnya membicarakan sang pahlawan yang selalu memakai celana kolor di luar…zzzz

Saatnya serius, jika kita mempunyai mesin waktu lalu kita pergi kurang lebih ke-50 tahun yang lalu apa yang terjadi dengan komputer pada zaman itu? Apakah sudah ada OS?. Ternyata jawabannya TIDAK!, sebuah mesin dapat berjalan tanpa adanya OS, sebuah program dapat langsung dijalankan pada sebuah mesin. Setidaknya itu cara kerja yang banyak terdapat pada zaman mulai dikembangkannya komputer sekitar tahun 1950 (yang juga disebut dengan abstraksi hardware). Contoh sederhana ada pada CMOS Setup yang merupakan program yang berjalan tanpa memerlukan OS.

Pada tahun 1960-an IBM memperkenalkan komputer mainframe dengan sitem operasi OS/360. Lalu pengembang lain pun kena penyakit ‘latah’ tentu saja bukan hanya ikut-ikutan, sebuah grup karyawan dari AT&T mengembangkan Unik pada tahun 1969.

Setelah beberapa lama lahirlah sebuah gebrakan besar oleh IBM dan Microsoft mereka mengeluarkan OS PC-DOS dan MS-DOS, seiring dengan penggunaan komputer dekstop yang semakin luas.

Semakin panasnya dunia persilatan lalu Apple Macintosh atau sekarang disebut Apple Inc mengeluarkan Mac OS. Sementara OS Unix melahirkan pengembangan-pengembangan baru, terutama pada tahun 1991 ketika Linus Torvalds memperkenalkan Linux.

Microsoft sendiri secara konsisten terus mengeluarkan OS yang cukup beragam, dan pilihan-pilihan tersebut bisa jadi semakin bertambah pada masa yang akan datang.

Apa sih Operating System tu?

Karena kita tidak boleh lama-lama di zaman dulu maka kita harus kembali lagi ni ke masa sekarang..hehe. OS bagaikan seorang ibu rumah tangga yang mengelola anggota keluarganya. OS merupakan software yang bukan sembarang sofware, OS membentuk suatu platform agar aplikasi-aplikasi lain dapat berjalan di atasnya.

Tugas OS adalah mengelola resource, secara umum terbagi atas:

  1. Pengelolaan Proses
    OS mengelola eksekusi proses-proses (program yang berjalan dalam komputer baik aplikasi maupun service) yang terjadi secara multitasking.
  2. Pengelolaan Memory
    Mungkin tidak perlu saya jelaskan secara detail disini, yang perlu diketahui bahwa semua jenis memory dikelola oleh OS.
  3. Disk dan Sistem File (file system)
    Beda OS beda pula sistem filenya, jadi perlu dipahami misalnya saat kamu mengganti OS yang digunakan oleh web server dan melakukan migrasi file, pastikan file-file yang digunakan telah kompatibel dan sesuai dengan OS yang baru. Jika tidak, maka kamu harus melakukan penyesuaian nama file karena perlu diketahui juga pada OS keluarga Unix, penamaan file dan directory membedakan penggunaan huruf besar dan kecil, contohnya nama file test.txt dan Test.Txt dalam satu directory diperbolehkan, dan merupakan dua file yang berbeda. Kalau kita beranjak ke OS Windows hal itu sama sekali tidak boleh, selain itu ada beberapa karakter yang tidak boleh digunakan untuk penamaan file seperti “ ? ”, “ * ”, “ < ”, “ > “, dan seterusnya.

    Sistem file merupakan salah satu perbedaan yang juga mendasar pada sistem operasi yang tersedia, sistem file merupakan sebuah metode untuk menyimpan dan mengorganisasi file agar dapat diakses dengan mudah. Sistem file yang populer di Windows adalah NTFS, sedangkan di Linux ada ext2 dan ext3, kebanyakan distro Linux mendukung sistem ext2, ext3, ReiserFS, GFS, NILFS, FAT, XFS, JFS, NTFS, dsb. Untuk Mac OS sendiri mendukung sistem file HFS+ (Hierarchical File System – lanjutan dari sistem Mac OS versi awal) sebagai sistem file utamanya. Mac OS X memiliki fasilitas untuk membaca dan menulis dalama sistem file lain seperti FAT, NTFS, dan lain-lain.
  4. Jaringan
    Dengan adanya jaringan kita dapat berkomunikasi dan melakukan sharing rexource satu sama lain walaupun berbeda OS. Protokol jaringan yang sering digunakan adalah protokol TCP/IP.
  5. Keamanan
    Masih berhubungan juga denga jaringan, keamanan juga merupakn salah satu hal penting yang harus dimiliki OS. Hal ini diakibatkan karena adanya jaringan semakin mempermudah proses komunikasi dan distribusi file antarkomputer.


    Dengan adanya jaringan dianalogikan komputer kita seperti rumah dengan pintu dan jendela yang terbuka. Dalam keadaan seperti itu, perlu dijaga dari sisi keamanan agar tida kedatangaan tam,u tak diundang, misalnya dengan memasang kawat berduri. Nah, kawat berduri ini kalau kita balik lagi OS bisa berbentuk otentifikasi user, hak akses resource, penangananport, dan firewall. Ada isu-isu yang keliru menyangkut keamanan ini adalah kekebalan OS terhadap virus, jika saat ini mayoritas virus menyerang OS Windows, tidak berarti OS lain tidak dapat terkena virus.


    Pada dasarnya, virus sama dengan software biasa, karena itu jika virus diciptakan sesuai dengan target OS tertentu, maka jadilah virus tersebut sebuah aplikasi yang berjalan pada OS yang dituju, entah OS tersebut Linux, Mac OS X, Windows, ataupun OS lainnya.


    Lalu mengapa virus lebih banyak menyeran OS Windows? Hal ini tidak lepas dari market OS pada komputer dekstop yang saat ini lebih banyak Windows, tetapu juga tidak dapat dipungkiri sistem operasi seperti Unix/Linux memiliki environment yang relatif lebih susah ditembus oleh virus, walau tidak berarti dijamin bebas virus tapi sangat kecil kemungkinannya..hhe
    .
  6. Grafik
    Graphical User Interface (GUI) merupakan salah satu daya tarik yang sangat kuat. Tidak mengherankan banyak OS populer seperti Windows dan Mac OS X memiliki GUI yang sangat memikat dan gampang gampang dioperasikan oleh user. Karena GUI sendiri merupakan media interaksi antara manusia dan komputer. Tidak seperti komputer zaman batu yang masih menggunakn console atau DOS yang berlayar hitam putih dan hurup seadanya. Hal ini pun yang menyebabkan Unix/Linux tidak populer pada zaman dulu, namun sekarang banyak distro Linux pun telah mempunyai GUI yang sangat memikat.
  7. Device driver
    Walaupun OS berbeda tetapi hardware yang digunalan bisa saja sama. Agar hardware tersebut dapat dikenali pada OS, diperlukan device driver atau sistem yang menjembatani hardware dan OS. Tidak semua OS menyediakan device driver, tetapi device driver umumnya disediakan oleh vendor hardware yang digunakannya.


Bersambung Ke Session 2.
Di sadur dari PC MEDIA Mei 2008 halaman 86 dengan beberapa perubahan.
Comments Off
 | Posted by gilang a. ramadan | Categories: OpenSolaris |

OpenSolaris is Free

10 December 2009

Seperti halnya dengan hampir semua community-developed software lainnya, OpenSolaris dapat di download secara legal, dapat dibagikan dan  didistribusikan kembali, dan digunakan dalam proyek dan infrastruktur TI kita tanpa biaya. Kita dapat menggunakannya untuk mempelajari cara kerjanya, dan kita dapat memperbaiki hal-hal yang menurut kita rusak atau meningkatkannya dengan tujuan tertentu untuk kita sendiri. Vendor dan pengembang software dapat menyertakan kode OpenSolaris ke dalam produk mereka dan mungkin akan mengenakan biaya bagi mereka, perusahaan-perusahaan seperti Redhat, Novel, Sun, paket lain dan dukungan kernel linux serta software yang dikembangkan oleh komunitas. Kita dapat mendapatkan sumber dan binary  OpenSolaris di http://opensolaris.com.

Comments Off
 | Posted by brokenz1 | Categories: OpenSolaris, OpenSolaris Knowledge |